Skip to main content

Tunjangan khusus

Wakepo sedang duduk didalam ruang sekolah, didepannya ada setumpuk berkas kertas putih. Wakepo baru saja selesai membaca juknis tunjangan khusus..
Tapi seperti biasa wakepo kalau membaca sesuatu itu tidak dibaca secara menyeluruh cuma dibaca yg menurut dia enak dibaca dan menyenangkan hati.
Setelah membaca juknis tersebut Wakepo merasa pemerintah tidak adil terhadap dirinya..
Operator tunjangan main curang, itu yg terbersit di pikiran wakepo. "Harus didatangin ini sih, ga bisa begini... keadilan harus ditegakan"..

Singkat cerita wakepo sampai di kementrian.. kebetulan rumahnya tidak jauh dari kementrian pendidikan..

Wakepo : selamat siang mas..
Petugas : selamat siang pak.. ada yang bisa dibantu..
Wakepo : saya mau tanya tunjangan khusus, kenapa selama ini saya tidak dapat tunjangan khusus, padahal menurut juknis tunjangan khusus saya bisa mendapatkan tunjangan khusus, karena daerah saya masul dalam kategori daerah khusus.
Petugas : ohh.. begitu ya pak... bapak sudah baca semua syaratnya.. coba saya cek dulu juknisnya ya.
Wakepo : ga usah.. biar saya saja yang jelaskan anda kalau anda tidak tau..
Petugas : oh.. boleh pak.. dengan senang hati, silahkan.
Wakepo : syarat penerima tunjangan khusus itu cuma harus berada dan mengajat di daerah khusus yang ada di kementerian daerah tertinggal..
Yang kedua.. masih aktif mengajar minimal 6 jam dan tidak kelebihan guru disekolahnya.
Ketiga masuk dalam dapodik datanya.
Setahu saya cuma itu..
Petugas : satu lagi pak... kuotanya mencukupi, dan masing-masing daerah memiliki kuota yan berbeda-beda sesuai dengan jumlah persentase guru yang ada di bandingkan dengan data nasional..
Wakepo : apalagi tuh..
Petugas : begini pak.. kuota tunjangan khusus itu terbatas jadi tidak semua guru yang ada didaerah khusus bisa dapet...
Cara menghitungnya kurang lebih begini..
Misal.. ini misal loh pak...
Kuota nasional ada 1000 orang...
Kabupaten yg ada daerah khususnya ada 3 kabupaten, masing jumlah gurunya sbb:
Kab A : 500 orang
Kab B : 1000 orang
Kab C : 1500 orang
Totalnya ada 3000 orang..
Bisa dapat semua tidak pak?
Wakepo : tidaklah.. berarti ada 2000 orang ga dapet..
Petugas : nah.. pembagiannnya bagaimana pak.. apakah diserahkan semua ke kab A agar semua guru di kab A dapat?
Wakepo : ga adil klo begitu.. masa kab c yang banyak malah ga dapet..
Petugas : tapi kata kab A itu adalah yg paling pas.. sebab menurut mereka.. mereka mengajar didaerah yg paling sulit.
Wakepo : ga bisa.. daerah b dan c juga bisa jadi lebih sulit..
Petugas : oleh karena itu pak.. dalam penentuan kuota dipakailah istilah persentase, yang jumlah gurunya besar dapat kuota lebih besar yang kecil dapat kuota kecil.. jadi semua kabupaten dapat tapi tidak semua guru di kabupaten tersebut dapat.. bahkan dalam satu sekolah bisa jadi yg dapat cuma 1-2 orang saja.
Wakepo : (manggut-manggut).
Petugas : hitungan persentasenya kurangb ebih begini pak..

Jumlah total guru yang ada didapodik dan terdaftar daerah khusus berdasarkan contoh diatas ada 3000 guru..

Maka
kab A : 500/3000    = 16,6%
Kab B : 1000/3000  = 33,3%
Kab C : 1500/3000  = 50%

Setelah persentasenya dapat, barulah hasilnya di kalikan dengan jumlah quota nasional sehingga didapat quota kabupaten masing-masing.

Kab A : 1000 x 16,6% = 166 orang
Kab B : 1000 x 33,3% = 333 orang
Kab C : 1000 x 50% = 500 orang

Jadi dari jumlah quota masing-masing kabupaten tersebut, menurut bapak semua bisa dapat ga?

Wakepo : iya..ya.. ga dapet semua kalo kaya gitu..
Petugas : nah.. jadi bapak mulai faham?
Wakepo : tapi mas saya sampai saat ini sudah mengajar lebih dari 20 tahun, belum sekalipun menerima tunjangan khusus..
Petugas : bapak mengajar di wilayah khusus ga?
Wakepo : iya mas... se Indonesia tahu kalau wilayah saya mengajar itu daerah khusus..
Petugas : bapak mengajar dimana memang?
Wakepo : saya ngajar di dki jakarta mas..
Petugas : jakarta bukan wilayah khusus pak..
Wakepo : siapa yg bilang DKI itu singkatannya apa?
Petugas : Daerah khusus ibu kota..
Wakepo : nah.. daerah khususkan...
Petugas : ya Allah.. sadarkanlah wakepo..

#anemahginiorangnya

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rambu-rambu validasi data dapodikmen pada info GTK (bagian 3: SMK KTSP)

sebelumnya harus difahami bersama, bahwa apa yang saya tuliskan disini bukanlah acuan resmi pengisian dapodik. Proses pengisian dapodik termasuk didalamnya jumlah jam mengajar dan maksimum jumlah jam per rombel mengacu kepada aturan masing-masing kurikulum, jika ada tulisan saya yang kurang tepat, mohon koreksi bersama. Tulisan ini sewaktu-waktu dapat saja diubah untuk penyesuaian dengan aturan yang berlaku.

Pembelajaran SMA sudah kita bahas beberapa minggu lalu. Sekarang saya mencoba akan membahas tentang batasan-batasan entrian dapodik dan klasifikasi mata pelajaran pada jenjang SMK dengan kurikulum KTSP.
Pada umumnya pembelajaran SMA dan SMK pada kurikulum SMK tidak banyak perbedaan cara pengisiannya di dapodik. Walaupun mungkin proses pembelajaran itu sendiri di dalam kelas akan banyak perbedaan. Saya tidak melhat proses belajar mengajar dikelas, tapi yang saya bahas berikut adalah bagaimana cara mengisi dapodik sekolah agar data yang dikirim ke server dapodik pusat bisa sesuai de…

Rambu-rambu validasi data dapodikmen pada info GTK (bagian 2: SMA K13)

sebelumnya harus difahami bersama, bahwa apa yang saya tuliskan disini bukanlah acuan resmi pengisian dapodik. Proses pengisian dapodik termasuk didalamnya jumlah jam mengajar dan maksimum jumlah jam per rombel mengacu kepada aturan masing-masing kurikulum, jika ada tulisan saya yang kurang tepat, mohon koreksi bersama. Tulisan ini sewaktu-waktu dapat saja diubah untuk penyesuaian dengan aturan yang berlaku.
Pada buku panduan sukses dapodik SMA/SMK disebutkan, bahwa kurikulum SMA 2013 diambil berdasarkan permendikbud 59 tahun 2014
Daftar Mapel yang di tampilkan pada jendela pembelajaran Kurikulum SMA 2013 mengacu pada Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Atas,  Jika pengisian sudah mengikuti rambu-rambu tersebut, maka seharusnya data yang dientrikan valid. selanjutnya yang harus di validasi di server GTK hanyalah linieritas mata pelajaran yang diajarkan dengan bidang studi sertifikasinya.

Seorang guru bisa dikatakan linier jika dia mengajar matapelaja…

Rambu-rambu validasi data dapodikmen pada info GTK (bagian 1: SMA KTSP)

Lama sudah blog ini di tinggalkan, tidak disentuh apalagi di colek. Sepanjang perjalanan ini, didalam gerbong kereta yang lumayan dingin, saya ingin sedikit berbagi dengan teman-teman operator tunjangan yang dikejar-kejar kepala dinas, kenapa data dikmen tidak pernah bertambah. Dan dikejar-kejar operator sekolah, bagaimana cara isi dapodikmen yang selalu salah di info gtk.. Dan saya juga ingin berbagi dengan operator sekolah jenjang dikmen yang selalu begadang memperbaiki datanya yang tak kunjung valid.. Dan desakan guru yang tak sabaran menunggu sktpnya terbit...
Selain linieritas bidang studi yang diajarkan dengan sertifikat pendidik, syarat lain yang harus dipenuhi agar jumlah jam linier tidak berangka 0 adalah komposisi pengaturan jadwal mengajar.  Jumlah jam belajar dalam sebuah rombel tidak boleh melebihi ketetapan yang telah di tentukan, masing-masing jenjang dan tingkat kelas jumlah maksimum jam belajar perminggu tidaklah sama.
Ada beberapa jenis kelompok mata pelajaran (saya…